Disana
Tak ada jendela yang mampu ku gapai
Terlalu banyak rasa
Aku tak mampu bernapas
Satu
Dua
Tiga
Udara… Udara…
Tak ada udara
Tolong…
Disana
Tak ada jendela yang mampu ku gapai
Terlalu banyak rasa
Aku tak mampu bernapas
Satu
Dua
Tiga
Udara… Udara…
Tak ada udara
Tolong…
Kau berhasil…
Masih ada ruang disini
Selamat datang kembali
Satu simpul senyum untuk mu
Sepertinya aku terlalu takut
Baru semalam kita melepas rindu
Entah kenapa kaki ku masih saja kaku
Beranjak menuju rumah
Ku sematkan jari jemari ku
Lalu menutup mata
Meminta demi kita yang tak ingin terpisah
Namun waktu berkata beda
Setiap esok aku tak ingin melihat mu
Melihat mu hanya membentuk kepulan rindu
Rindu-rindu itu
Yang membuat kita bersemedi
Kita lakukan setiap hari
Disini
Kepala ini
Hati ini
Dan jika sore tiba
Sekiranya kau berubah menjadi rindu-rindu semalam
Halo kataku
Lalu ku sambung dengan kata bisa bertemu sebentar
Tiga menit saja kataku
Di taman kemarin
Tempat terakhir dimana kita bertemu sambung ku
Katamu untuk apa
Aku bilang sebentar saja
Lalu kita bertemu
Kita berdua terdiam memaku
Selama tiga menit kau heran tak karuan
Katamu aku kenapa
Lalu ku jelaskan di hadapan mu
Satu menit ku gunakan hanya untuk menatap mu
Menit kedua untuk menyambung tatapan ku yang terputus di menit pertama
Menit ketiga untuk siap-siap mengakhiri dua menit sebelumnya yang sudah ku gunakan untuk menatap mu
Katamu lagi aku kenapa
Ku jawab saja kau kemarin kemana ?
Katamu menjelaskan kemarin kita baru saja bertemu di tempat yang sama
Katamu kau tak kemana-mana
Rindu…
Itu kataku
3 menit saja kau luangkan waktu
Seperti satu hari yang tak ingin ku lewatkan
3 kata untuk 3 menit yang tak ingin ku sia-siakan
…Jangan kemana-mana…
Itu inti sajak ku untuk mu